The first... from my Great - Grand Father : dulu ayahku pernah bercerita mengenai riwayat kakek buyutku.. dia mengatakan bahwa kakek buyutku adalah seorang pejuang yang tergabung dalam sebuah laskar perjuangan kemerdekaan,, tapi entah apa nama laskarnya aku juga tidak terlalu tahu.. akupun belum pernah melihatnnya.
sedikit yang aku ketahui mengenai mendiang kakek buyutku, yang kutahu namanya hasan,, seorang pejuang dari daerah Batu Raja. satu kisah heroik yang pernah ku dengar tentangnya dari keluargaku. ketika rumahnya di kepung oleh penjajah, dan dia berhasil meloloskan diri dari kepungan penjajah itu melewati bagian bawah rumahnya yang memang sudah di rancang untuk melarikan diri..
second.. from my Grand Father : dia adalah seorang pensiunan Prajurit berlatar belakang Zeni,, dengan pangkat akhir Sersan Mayor.. dia orang yang keras dan tegas terhadap anak cucunya.. kakekku dulu adalah seorang ahli bahan peledak, sebagaiman halnya kemampuan yang memang terkadang di miliki oleh seorang prajurit zeni. dan aku berpikir beliau adalah tentara yang haus akan tugas.. aku berani berkata begitu karena memang banyak sekali penghargaan yang ia dapat dari berbagai misi yang ia emban,, seperti operasi seroja ke TIM - TIM, Operasi di daerah Kalimantan dan ataupun penghargaan karena pengabdian... aku bangga mempunyai kakek seperti beliau yang total dalam mengabdikan diri pada negara.. ia salah satu motivatorku secara tidak langsung.
Third.. my father : sama seperti kakekku dia adalah Prajurit berlatar belakang Zeni.. dimana tugas pokok dari prajurit Zeni adalah : Konstruksi, Destruksi, Rintangan, Samaran, Penyeberangan, Penyelidikan,Perkubuan, Penjinakan bahan peledak (Jihandak), serta Nuklir-Biologi-Kimia (Nubika)pasif, dan tugas lainnya adalah : mempersempit gerak lawan, dan memperluas gerak kawan.. ayahku adalah sosok motivator yang secara langsung turut andil dalam pembentukan karakter dan kepribadianku.. sedikit banyak sifat yang aku miliki berasal dari dirinya.. sama seperti kakeku.. dulu ayahku sering menerima berbagai macam tugas dari satuaannya. yang agak sedikit berbeda dengan kakekku.. ayahku cenderung bertugas dalam hal Kontruksi dan Destruksi,, dan tempat ia bertugaspun tidak sejauh kakekku.. walaupun begitu, dia seorang prajurit yang dapat menempatkan dirinya pada kondisi apapun. baik di dalam keluarga, bermasyarakat, ataupun berbangsa dan bernegara.. dan dia adalah orang yang serba bisa dalam segala hal..
Finally,, me.. aku masih duduk di kelas 2 Sekolah Menengah atas di sebuah kota di pulau "swarnadwipa". masa kecilku pertama kuhabiskan 4 tahun di dalam sebuah Batalyon Zeni tempat ayahku bekerja. disana walaupun umurku masih seumur jagung,, aku sudah mendapat berbagai pengalaman berharga yang sekarang membuatku bercita-cita menjadi seorang Tentara.. sedikit bercerita. dulu kata ibuku,, ketika para tentara - tentara sedang lari pagi melewati pekarangan rumah kami, sambil bernyanyi dengan suara yang keras. aku yang ketika itu kurang lebih masih berumur 3 atau 4 tahun. memelas pada ibuku untuk memakaikan helm baja ayahku ke kepalaku,, dan tak lupa sebuah ransel yang juga ku sandang dan lalu mengikuti tentara - tentara itu berlari.. menggelikan bukan?? :D. yahh.. tapi inilah hidup. sekarang ketika aku sudah besar, di saat aku masuk di dalam sebuah organisasi yang hampir bertarap semi Militer.. yang kegiatannya biasa di mulai dengan lari pagi dengan di sertai nyanyian yang membakar semangat,, aku tak malu untuk bersuara keras seperti halnya tentara yang berlari di depan rumahku dulu... dan mungkin banyak temanku yang heran mengapa aku bisa sesemangat itu.. haha. tapi inilah hidup, aku dilahirkan di keluarga Militer yang secara tidak langsung membuatku bercita - cita menjadi seorang militer juga, seperti generasi sebelumnya.. tetapi lepas dari pada itu,, aku berpendapat. cita - cita ini adalah murni keinginanku.. dan faktor keluarga hanyalah faktor pendukungku atau penyemangatku untuk menggapai cita - cita dan menjadi penerus generasi ke 4... :)
Finally,, me.. aku masih duduk di kelas 2 Sekolah Menengah atas di sebuah kota di pulau "swarnadwipa". masa kecilku pertama kuhabiskan 4 tahun di dalam sebuah Batalyon Zeni tempat ayahku bekerja. disana walaupun umurku masih seumur jagung,, aku sudah mendapat berbagai pengalaman berharga yang sekarang membuatku bercita-cita menjadi seorang Tentara.. sedikit bercerita. dulu kata ibuku,, ketika para tentara - tentara sedang lari pagi melewati pekarangan rumah kami, sambil bernyanyi dengan suara yang keras. aku yang ketika itu kurang lebih masih berumur 3 atau 4 tahun. memelas pada ibuku untuk memakaikan helm baja ayahku ke kepalaku,, dan tak lupa sebuah ransel yang juga ku sandang dan lalu mengikuti tentara - tentara itu berlari.. menggelikan bukan?? :D. yahh.. tapi inilah hidup. sekarang ketika aku sudah besar, di saat aku masuk di dalam sebuah organisasi yang hampir bertarap semi Militer.. yang kegiatannya biasa di mulai dengan lari pagi dengan di sertai nyanyian yang membakar semangat,, aku tak malu untuk bersuara keras seperti halnya tentara yang berlari di depan rumahku dulu... dan mungkin banyak temanku yang heran mengapa aku bisa sesemangat itu.. haha. tapi inilah hidup, aku dilahirkan di keluarga Militer yang secara tidak langsung membuatku bercita - cita menjadi seorang militer juga, seperti generasi sebelumnya.. tetapi lepas dari pada itu,, aku berpendapat. cita - cita ini adalah murni keinginanku.. dan faktor keluarga hanyalah faktor pendukungku atau penyemangatku untuk menggapai cita - cita dan menjadi penerus generasi ke 4... :)
"apa yang kita inginkan, apa yang kita cita - citakan. yang bisa meraihnya hanyalah kita sendiri.. dan bukan orang lain..!! orang lain hanyalah faktor pendukung dan kitalah faktor yang utama"
"TETAPI DI BALIK ITU SEMUA, KITA HANYA BISA BERENCANA. SELEBIHNYA TUHANLAH YANG MENENTUKAN"

Tidak ada komentar:
Posting Komentar